Bahasa : IndonesiaIndonesia | EnglishEnglish

Uji Leptospira

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen Leptospira interrogans yang dapat menyerang hewan dan manusia. Penyakit ini banyak ditemui di negara-negara tropis. Manusia terinfeksi bakteri ini melalui kontak dengan air yang telah dikotori oleh air seni tikus pengidap leptospirosis. Penyakit ini sangat berbahaya dan pada stadium lanjut dapat menyebabkan gagal ginjal. Diagnosis awal penyakit ini sangat penting agar bisa segera dilakukan pengobatan yang tepat, namun metode diagnosis yang ada selama ini yaitu MAT (Microscopic Agglutination Test), ELISA, dan IFAT (Immunofluorescent-Antibody Test) sulit dilakukan karena membutuhkan peralatan canggih dan waktu pengerjaan yang lama. Untuk mengatasi hal tersebut kami telah memproduksi alat UJI LEPTOSPIROSIS yang dengan cepat dan mudah dapat segera mendiagnosis penyakit leptospira berdasarkan antibodi IgM sehingga pengobatan yang tepat dapat segera dilakukan. Pada 10 hari pertama terkena penyakit, pengujian dengan UJI LEPTOSPIROSIS memberikan nilai sensitivitas 65,9% dan spesifisitas 93,9%. Sedangkan pengujian yang dilakukan 10-30 hari setelah terkena penyakit, memberikan nilai sensitivitas 80,9% dan spesifisitas 96,2%*.


Sensitifitas dan Spesifitas

* Smith, H.L. et al. 1999. International Multicenter Evaluation of the Clinical Utility of a Dipstick Assay for Detection of Leptospira-Specific Immunoglobulin M Antibodies in Human Serum Specimens. Journal of Clinical Microbiology. Vol. 37 No. 9. p. 2904-2909

Smith, H.L. et al. 2000. Simple Latex Agglutination Assay for Rapid Serodiagnosis of Human Leptospirosis. Journal of Clinical Microbiology. Vol. 38. No. 3.p.1272-1275